Membaca Langkah La Ode Rafiun di 2024

LELAKI itu tak boleh jumawa, hanya karena pertarungan-pertarungan kecil yang memenangkannya. Kontestasi yang sesungguhnya ada di 2024.

La Ode Rafiun begawan HMI itu boleh saja bersenang hati, mungkin saja lewat gubahan-gubahan lagu yang sering ia senandungkan di media sosialnya. Ia bersenandung, bernyanyi menunjukkan ke publik bahwa kehidupan politiknya biasa saja, dan bisa ia lewati dengan cara yang sederhana.

Namun, lantas semuanya berhenti disitu?

Gong politik telah ditabuhnya, ia menyingkirkan figuran politik asal Golkar lewat mosi tak percayanya. Publik tahu ia motor Gerakan menurunkan Hariasi Cs sebagai Ketua DPRD Buton. Lewat HMI Connection, peristiwa itu membangkitkan macan yang tertidur. Rafiun membangunkannya. Lewat pesan ntomi-ntomi versus rajawali orang-orang HMI terpanggil, merasa terganggu via terompet politik La ode Rafiun. Alhasil, para Begawan politik HMI Conection, terlibat dan berhasil. Operasi itu sukses.

Buton 2024

Kita hidup dalam zaman demokrasi dan superhero. Dalam kungkungan hegemoni oligarki politik. Siapa yang ingin menang maka haruslah menjadi pahlawan. La Ode Rafiun bukanlah Pahlawan tapi ia menuju kesana ‘’menjadi pahlawan”dalam artian berproses.

Kisah pilu permainan politik di Buton telah banyak ia lalui, meski tak selamanya ia menjadi pemenang, tetapi ia mengatur pola permainan sehingga siapa pun yang dimainkkannya pasti keluar menjadi pemenang. Pasangan Umar Bakri kepala daerah yang lalu adalah buah dari hasil permainannya.

Sejatinya sebagai aktor. Ia sudah harus keluar dari peran sutradara yang senantiasa mengatur ritme permainan, menentukan lawan juga kawan. Rafiun harus menjadi play maker, menjadi pemain sesungguhnya. Tampil ke depan, di 2024 waktu yang tepat baginya.

Ruang kontestasi politik Kabupaten Buton yang sempit sudah cukup buat Rafiun untuk berhenti sebagai sutradara. Ia harus bermain dalam pakem permainan kepala daerah.

Di legislator cukup baginya jabatan Ketua dan wakilnya, yang pernah dan sedang dijalankannya. Pengalaman itu sudah cukup untuk mengantarnya dan meramu dirinya sebagai pengambil kebijakan nomor satu di wilayah Kabupaten Buton.

Awas! Akan tiba masanya manusia tidak lagi menembakkan panah hasratnya melampaui manusia dan tali busurnya tidak lagi dapat bergetar! Kata filsuf Nietzsche dalam karyannya yang termashyur Also Sprach Zarathustra.

La Ode Rafiun mungkin tak seperti sosok Zarathustra dalam karya Nietzsche. Sebuah sosok imajiner yang kadang-kadang seperti nabi, kadang-kadang seperti orang eksentrik, dan kadang-kadang sebagai seorang bijak. Tetapi Rafiun mungkin melebihinya karena tak seperti Zarathustra ia memiliki ambisi yang melampauai apa-apa.

Kompetitor

2024 telah tiba, percobaan membaca siapa saja yang akan tarung di musim itu telah banyak yang melakukannya. Tapi saya berani bertaruh, siapa pun yang membaca peluang itu, nama La Ode Rafiun pasti akan selalu muncul. Namun dimanakah politik berhenti?

Sebuah ekor cerita yang pernah digubah Voltaire dalam novel Candide, menutup novelnya bahwa jangan-jangan politik tak berhenti di pintu kebun. Kalimat novel itu menjadi masyhur. Agaknya bagi Voltaire dalam politik tak akan pernah ada jawaban yang memuaskan.

Tentu Voltaire benar, politik selalu membingkungkan tetapi jika Voltaire masih hidup ia pasti akan terkesima bahwa politik sekarang akan berakhir di pintu partai, tak berhenti di pintu kebun. La Ode Rafiun punya pintu itu, lewat partainya berwarna biru dengan mataharinya yang bersinar.

Akan tetapi La Ode Rafiun tak sendiri, ada nama lain yang juga punya pintu menuju Buton satu. Ada nama Alvin Akawijaya Putra dari partai besutan Surya Paloh. Ayahnya adalah eks Gubernur Sulawesi Tenggara yang memegang kunci pintu itu di Sulawesi Tenggara. Ada juga nama La Bakrie demisioner Bupati Buton yang juga memegang kunci pintu beringin. Di detik ini Saya belum melihat kefiguran tokoh lain.

Yang benar dan pasti, tiga partai Nasdem, PAN, dan Golkar adalah tiga partai sentral yang akan menentukan jalannya kontestasi politik di Buton nanti. Di tengah nama-nama itu, Rafiun punya password tersendiri. Kita lihat nanti!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *