Kehidupan

BRITANIA sebuah negara pulau di sebelah selatan bumi kita, di pesisir barat eropa terlahirlah seorang yang mencoba bermain-main dengan azali kehidupan. Charles Darwin namanya, lewat bukunya the origin of spesies ia menerobos masuk untuk mengintip kehidupan bermula.

Darwin mengatakan asal kehidupan bermula dari semesta, ia melanjutkan semua prototip kehidupan bermula dari yang sudah ADA dalam bentuk yang paling tradisional. Dia menguatkan risetnya di Galapagos, di selatan pulau Amerika dengan mengamati burung fin dan beberapa hewan lainnya. Lalu munculah teori yang dinamakan evolusi.

hgskhkghs
Buku The Origin Of Species, Charles Darwin. Koleksi Pribadi

Bahwa semua yang hidup mengalami evolusi, dari bentuk yang sederhana menjadi yang sempurna, termasuk manusia. Manusia adalah bentuk sempurna dari seekor kera yang tradisional.

Gereja terguncang, tesis akan makna kehidupan-nya mendapat ancaman dari Darwin. Gereja beranggapan bahwa kehidupan adalah pesanan langit yang dijatuhkan ke bumi. Kehidupan dicipta, bukan hasil evolusi, ia dari ‘ADA’, mencipta keti-ada-an menjadi ‘ada. ‘

Darwin pun demikian, dari ‘ada’ menjadi ‘ada’ pula, namun ada yang dimaksud Darwin bukan ‘ada’ yang besar, bukan dari langit, melainkan sesuatu yang sudah ada, di bumi.

Rupanya kehidupan pun sukar untuk dimaknai. Sepuluh ribu tahun sebelum kelahiran Darwin, Ibrahim mencoba menjejaki asal kehidupan, Ia berhipotesa segala sesuatunya tidak mungkin ada dengan sendirinya, pasti ada yang menciptakannya.

Hal, itu diturutkan pula oleh Musa, hingga perjalanan mencari pencipta dimulainya. Ia berhasil, ia bercakap dengan pencipta lewat Sepuluh perintah Tuhan. Sejak itu cerita akan Tuhan mulai diperdengarkan hingga membentuk agama-agama.

Disini pembacaan kehidupan mulai terbelah, disisi agamawan dan disisi ilmuwan.

Tetapi saya pernah bertemu dengan seorang bernama La Suri, katanya, nama itu diambil dari perjalanan ke tempat – sesuatu yang lain. Ibunya memberi nama itu, setelah Ibunya mengalami keadaan antara hidup dan mati paska melahirkan, lebih dari tujuh hari. Dalam istilah medisnya disebut koma, dan dalam istilah agamawan sering disebut mati Suri. Ibunya mengalami proses itu, memasuki alam yang tak pernah diketahuinya.

Saya bertanya kepadanya “seperti apakah keadaan itu Suri?” Ia terdiam, dan sedikit menjawab “Rahasia”.

Saya tak menyerah, terus mendesaknya. Hingga La Suri dengan setengah menyerah, berkata “alam itu seperti kematian, tetapi di ujung jalan ada kehidupan yang bergemilangan kebahagiaan.” Ia mengisahkan Ibunya yang dalam koma hingga akhirnya siuman.

Entah apa itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *