Tak Cukup Dengan Iman Saja

“Dan Allah telah berbincang – bincang dengan Musa secara langsung.”

Al Quran. Al-Nisa: 164

 

JIKALAU Musa sempat berdialog dengan Tuhan, lalu saya mengatakan saya pun bisa menjadi Musa untuk berdialog dengan penciptaku. Lantas kau kafirkan aku, ditambah kau tuduhkan aku liberal.

Benar, saya bukanlah Nabi. Tapi mengapa kau tak bisa menjawab tanyaku?

Apa yang kau ucapkan dalam setiap sujudmu, hingga hitamlah jidatmu itu. Apa hanya sebuah syair-syair kosong? Jika benar, mengapa tidaklah kau mengantinya saja dengan sebuah lagu dan mainkan dengan harmoni gitar atawa Piano , karena kedengarannya lebih indah dan happy.

Ketimbang sujud dengan beban, hingga secara teori beban yang berat membuat dahi menjadi hitam ketika sujud.

Saya baru saja lagi berdialog dengan penciptaku subuh tadi. Huts tak perlu kau tanya, karena aku berbeda. Jika mau tahu, cukuplah berbisik yang lembut, tak usahlah selalu menghambur kalimat K….R, ketika dia berbeda, karena kita sama, berasal dari-Nya.

Maha suci Allah dari memiliki bibir, mulut dan tenggorokan. Di Alam sana, segala sesuatunya tak hanya dapat dijangkau dengan iman saja, melainkan juga mesti dipahami dengan kecerdasan – kecerdasan yang tidak parsial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *